Sejarah Tugu Khatulistiwa
Tugu Khatulistiwa menandai kawasan yang dilalui garis khatulistiwa di Jalan Khatulistiwa, Batu Layang, Pontianak Utara. Lebih dari sekadar titik foto, tempat ini menghubungkan geografi, astronomi, dan sejarah pemetaan.
Bentuknya tidak lahir sekaligus. Monumen saat ini adalah hasil beberapa tahap penandaan yang dimulai sebagai alat survei geografis pada awal abad ke-20.
Awal penandaan (1928)
Tim ekspedisi menggunakan tonggak kayu untuk menandai lokasi garis lintang nol derajat di Pontianak. Ini menjadi titik awal pengenalan kawasan bagi publik.
Evolusi bentuk (1930–1938)
Penanda diperbarui menjadi tonggak besi berbentuk silinder, lalu struktur dengan panah dan lingkaran yang memperjelas posisi lintang nol derajat bagi pengunjung.
Ekspansi modern (1990)
Perluasan besar membentuk tampilan monumen yang dikenal pengunjung saat ini, sekaligus melindungi jejak penanda awal di dalam kompleksnya.
Pertanyaan umum
01Kapan Tugu Khatulistiwa pertama kali dibangun?+
Versi pertama didirikan pada 1928 sebagai penanda survei geografis, bukan monumen wisata seperti yang dikenal sekarang.
02Mengapa bentuknya berubah beberapa kali?+
Bentuk berkembang seiring perkembangan penelitian pemetaan dan perluasan kawasan hingga menjadi monumen utuh di tahun 1990.
03Apakah penanda awal masih ada?+
Jejak penanda awal dilindungi di dalam kompleks monumen saat ini, sehingga pengunjung dapat melihat evolusi penandaan tersebut.